Sejarah SDN Kemasan 03 Dari Tanah Kas Desa Menjadi Kebanggaan Polokarto - SDN Kemasan 03

Prestasi

test banner

Terbaru

Sejarah SDN Kemasan 03 Dari Tanah Kas Desa Menjadi Kebanggaan Polokarto

 


Sejarah SDN Kemasan 03: Dari Tanah Kas Desa Menjadi Kebanggaan Polokarto

Di tengah suasana pedesaan yang asri di Dusun Jotangan, RT 1/RW 8, Desa Kemasan, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, berdiri sebuah lembaga pendidikan yang telah mengakar selama lebih dari empat dekade. Itulah SDN Kemasan 03. Didirikan pada tahun 1983, sekolah ini lahir dari kebutuhan mendesak warga setempat akan fasilitas pendidikan dasar yang lebih dekat dan terjangkau.

Sebelum tahun 1983, anak-anak usia sekolah di wilayah Jotangan dan sekitarnya harus menempuh perjalanan jauh menuju SDN Kemasan 01 atau 02 yang letaknya di luar dusun mereka. Kondisi jalan yang masih tanah dan berlumpur saat musim hujan kerap menjadi kendala. Para orang tua pun resah. Melihat kondisi itu, perangkat desa dan tokoh masyarakat Kemasan bersama-sama mengusulkan pendirian sekolah baru di tanah kas desa yang terletak di Jotangan.

Setelah melalui berbagai musyawarah, akhirnya pada tahun yang sama didirikanlah sebuah bangunan sederhana dengan dua ruang kelas. Dinding bata setengah jadi, lantai plesteran kasar, dan atap genteng biasa. Tak ada pagar dan halaman yang diaspal. Namun semangat warga sangat besar. Gotong royong menjadi kunci. Masyarakat Jotangan dan sekitarnya bahu-membahu mengangkut material, membersihkan lahan, bahkan membantu membuat meja dan kursi kayu sederhana untuk para murid. Inilah cikal bakal SDN Kemasan 03.

Tenaga pengajar pertama hanya dua atau tiga orang guru yang diangkat dari sekolah induk. Kepala sekolah pertama, seorang pendidik senior yang dihormati di Desa Kemasan, memimpin dengan penuh kesederhanaan. Iuran sukarela dari orang tua murid berupa beras, kelapa, atau uang seikhlasnya menjadi penopang operasional sehari-hari. Suasana kekeluargaan begitu kental. Setiap pagi, anak-anak dari Jotangna dan dusun-dusun tetangga berjalan kaki menuju sekolah dengan semangat tinggi.

Seiring berjalannya waktu, SDN Kemasan 03 terus bertransformasi. Dari bangunan semipermanen, kini berdiri gedung beton yang kokoh dengan enam ruang kelas lengkap, perpustakaan mini, laboratorium komputer sederhana, serta lapangan upacara yang cukup luas. Sekolah ini telah meluluskan ratusan alumni yang kini berprofesi sebagai guru, perangkat desa, wiraswasta, bahkan pegawai negeri di berbagai daerah. Banyak warga Jotangan yang merasakan langsung manfaat memiliki sekolah di tengah kampung mereka.

Meski zaman berubah, semangat awal berdirinya SDN Kemasan 03 tetap dijaga. Gedung yang berdiri di atas tanah wakaf Desa Kemasan ini hingga hari ini masih menjadi pusat kegiatan pendidikan dan kebudayaan bagi warga Jotangan dan sekitarnya. Setiap pagi, terdengar suara anak-anak membaca, bernyanyi, dan bermain di halaman sekolah. Upacara bendera setiap hari Senin rutin dilaksanakan dengan khidmat.

Lebih dari sekadar tempat belajar, SDN Kemasan 03 adalah simbol perjuangan masyarakat setempat yang sejak 1983 telah bahu-membahu mencerdaskan anak-anak desa. Tanpa bermegah atas program besar apa pun, sejarahnya adalah kisin yang sederhana namun monumental: bahwa dari tanah kas desa dan gotong royong, lahirlah generasi penerus yang terus melangkah maju.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LINK Terkait